Jumat, 29 Juli 2011

Pemanfaatan Limbah Kotoran Ternak Menjadi Bahan Bakar Minyak


Dipedesaan tingginya harga BBM sudah mulai memberi dampak yang mengkhawatirkan. Kebanyakan masyarakat kembali pada pemanfaatan kayu sebagai sumber bahan bakar. Jika hal ini berlangsung lama, akan menimbulkan masalah baru yaitu pembabatan hutan sehingga dikawatirkan dapat merusak lingkungan.

Dalam konteks itu pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber energi (bahan bakar) merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan minyak tanah dan kayu untuk keperluan rumah tangga. Dari kotoran ternak dapat dihasilkan 2 jenis bahan bakar yaitu (gas bio) dan biorang dalam bentuk arang.

Gas bio dapat dihasilkan dari fermentasi kotoran ternak pada keadaan aerobik (tanpa oksigen). Kotoran ternak yang sudah diencerkan dengan air dengan perbandingan 1 : 1½ bila ditempatkan pada ruang tertutup seperti dalam drum akan terjadi fermentasi. Proses ini terjadi pada 2 tahap yaitu tahap aerobik dan tahap an aerobik. Proses aerobik masih membutuhkan O2 dan hasil prosesnya berupa CO2. Proses ini berakhir bila O2 dalam ruangan habis. Dalam keadaan anaerobik akan terbentuk gas metan. Gas yang sudah terbentuk inilah nantinya akan dialirkan ketempat pembakaran (kompor).

Untuk pembuatan gas bio, kotoran ternak harus tersedia secara berkelanjutan. Pembuatan gas bio hanya bisa dilakukan oleh petani yang mempunyai ternak, minimal 2 ekor dan maksimal 15 ekor. Jadi pembuatan gas bio untuk bahan bakar sangat efektif dilakukan di derah-daerah yang banyak ternak.

Selain penghasil gas bio, kotoran ternak juga dapat menghasilkan biorang. Penggunaan kotoran ternak sebagai bahan pembuatan biorang tidak saja sebagai merupakan cara pemanfaatan energi yang lebih baik tetapi juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh kotoran ternak. Pembuatan biorang berbeda dengan pembuatan biogas. Dimana pembuatan biorang dilakukan dengan merobah kotoran ternak dalam bentuk briket dengan menggunakan alat cetak. Briket yang sudah terbentuk dikeringkan dengan sinar matahari. Setelah kering, briket tersebut dimasukkan ke dalam alat pemanas. Alat pemanas diletakkan diatas kompor atau tungku. Setelah briket berubah jadi arang yang ditandai dengan habisnya asap yang keluar pada tempat pemanas. Lalu alat pemanas di buka dan
briket yang masih membara disemprot dengan air.

Briket yang sudah jadi arang ini dapat dipakai sebagai bahan bakar untuk memasak atau kebutuhan rumah tangga.

Kelebihan biorang dari arang kayu biasa adalah :
(1) Dapat menghasilkan panas pembakaran yang tinggi,
(2) Asap yang dihasilkan sedikit,
(3) Bentuknya lebih seragam karena pembuatannya dengan dicetakkan mempergunakan alat,
(4) Tampilan arangnya lebih menarik,
(5) Pembuatan bahan baku dari bahan yang tidak menimbulkan masalah dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan,

Kedua jenis bahan bakar ini yaitu bio gas dan biorang pada kondisi tertentu dapat menggantikan fungsi minyak tanah dan kayu sebagai sumber energi bahan bakar untuk keperluan rumah tangga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar